Sinopsis:
Tidak lama kemudian, dari belakang semak itu muncullah Si Pemuda yang kini sudah berubah menjadi.... hwesio muda tampan berjubah merah
Pemuda Hsi-hsia ini melanjutkan perjalanan dengan hati-hati, akan tetapi kali ini ia menyelinap di antara bangunan-bangunan, mencari-cari.
Wanita misterius ini berubah lagi jadi laki-laki dengan seragam Hsia-hsia, makin bingung lah para antek penjahat ini
Bukan rahasia lagi bahwa hwesio-hwesio itu, biarpun pakaiannya jelas seperti hwesio dan kepalanya gundul namun dalam hal mengejar wanita
Hatinya makin panas dan tiba-tiba air matanya bercucuran tanpa dapat dicegahnya lagi. “Kita akan mampus semua....” desisnya menghibur hati
Talibu diam-diam bongkar pada Mimi, kalau dia adalah anak dari Ratu Khitan dan Mimi hanya adik angkat, Kwi lan pun cemburu
Terdengar keluhan Kwi Lan. Mimi menoleh ke sebelah kirinya, melihat Kwi Lan menggerakkan kaki tangan yang terbelenggu.
Semua tokoh muda kini terkurung dalam sebuah sel yang di jaga sangat ketat, juga tangan dan kaki mereka di ikat
Ia harus menggunakan akal, kalau tidak, hanya mengandalkan ilmu silat saja tak mungkin ia dapat membunuh Bu-tek Siu-lam.
Guntingnya yang besar menyambar dan mengeluarkan bunyi nyaring "Klikk! Klakk!" Dua orang pengemis itu menjerit keras dan tubuh mereka roboh
Kaum pengemis yang membantu Yu Suang Ki kini habis di babat. Tapi sebagai pangcu pantang bagi Yu Siang Ki menyerah, dia langsung menyerbu
Yu Siang Ki datang untuk membebaskan kawan-kawannya, namun yang di hadapi adalah pendekar-pendekar kejam dan tangguh
Ia menghadapi pemuda itu dengan mata terbelalak dan membentak. "Kauapakan Kakakku....?" Kiang Liong mengerutkan kening.
Tiba-tiba terdengar bunyi melengking nyaring. Itulah suara Kwi Lan yang tak dapat menahan rasa amarahnya yang menggelegak di hati.
"Hemmm…. Bouw Lek Couwsu! Beginikah engkau memperlakukan muridku?" terdengar suara halus dingin dan muncul di ambang pintu seorang wanita