Sinopsis:
Ia harus mencari akal lain dan otaknya yang cerdik sudah memikir-mikir mencari siasat yang lebih berhasil.
"Terang bulan memancing kura, air jernih laksana cermin. lima ekor yang satu emas, berapakah jumlah terbilang?" tebakan yang aneh?
Bouw Lek Couwsu mendongkol dan diam-diam di dalam hatinya ia mengumpat. Kautunggu saja bocah, kematianmu akan menjadi kematian yang paling
Kiang Liong yang memandang muka Hauw Lam, melihat betapa sinar mata pemuda itu bersinar-sinar dan wajahnya berseri-seri.
Semuanya menolak usulan Bouw Lek Couwsu dan bikin sang pendeta gundul ini murka bukan main, sehingga kini mereka jalankan plan lain
Biarpun tak seorang pun di antara mereka bicara, namun pandang mata yang ditujukan kepada Kiang Liong ini sudah berkata jelas.
Kini mereka semua terkurung dalam tahanan, hanya Tang Hauw Lam yang di ikat terbalik, kaki di atas dan kepala di bawah
Dapat dibayangkan betapa kaget dan kecewa hati Kwi Lan dan terutama sekali Hauw Lam ketika mereka digiring masuk ke dalam kamar tahanan.
Di depan mereka telah berdiri Kam Sian Eng, Suma Kiat, dan Pak-sin-ong! Dan di belakang mereka berdiri belasan orang Hsi-hsia
Berloncatan di dalam celana, keluar dari panci dan karena bakso itu digoreng, keluarlah minyaknya membasahi semua bagian bawah tubuh
Kalau sampai mereka berteriak, keadaan akan menjadi berbahaya, maka bagaikan dua ekor burung walet, Hauw Lam dan Kwi Lan melayang lewat jen
Tang Hauw Lam menceritakan bagaimana mereka bisa ia temukan. Sehingga kini membebaskan semuanya, dengan tarihan nyawa
Tiga rombongan kita mencari jalan masing-masing, sebaiknya. melalui kanan, kiri, dan belakang markas karena di depan adalah tempat
“Bagaimana selama kita berpisah, engkau baik-baik sajakah? Maaf, bukan maksudku tadi tidak mau membebaskan kalian, hanya makin banyak
Tidak pernah lebih mendalam daripada itu. Kini ia mempunyai rasa suka dan cinta yang lain terhadap Mutiara Hitam.