Semuanya menolak usulan Bouw Lek Couwsu dan bikin sang pendeta gundul ini murka bukan main, sehingga kini mereka jalankan plan lain
Biarpun tak seorang pun di antara mereka bicara, namun pandang mata yang ditujukan kepada Kiang Liong ini sudah berkata jelas.
Kini mereka semua terkurung dalam tahanan, hanya Tang Hauw Lam yang di ikat terbalik, kaki di atas dan kepala di bawah
Dapat dibayangkan betapa kaget dan kecewa hati Kwi Lan dan terutama sekali Hauw Lam ketika mereka digiring masuk ke dalam kamar tahanan.
Di depan mereka telah berdiri Kam Sian Eng, Suma Kiat, dan Pak-sin-ong! Dan di belakang mereka berdiri belasan orang Hsi-hsia
Berloncatan di dalam celana, keluar dari panci dan karena bakso itu digoreng, keluarlah minyaknya membasahi semua bagian bawah tubuh
Kalau sampai mereka berteriak, keadaan akan menjadi berbahaya, maka bagaikan dua ekor burung walet, Hauw Lam dan Kwi Lan melayang lewat jen
Tang Hauw Lam menceritakan bagaimana mereka bisa ia temukan. Sehingga kini membebaskan semuanya, dengan tarihan nyawa
Tiga rombongan kita mencari jalan masing-masing, sebaiknya. melalui kanan, kiri, dan belakang markas karena di depan adalah tempat
“Bagaimana selama kita berpisah, engkau baik-baik sajakah? Maaf, bukan maksudku tadi tidak mau membebaskan kalian, hanya makin banyak
Tidak pernah lebih mendalam daripada itu. Kini ia mempunyai rasa suka dan cinta yang lain terhadap Mutiara Hitam.
Tidak lama kemudian, dari belakang semak itu muncullah Si Pemuda yang kini sudah berubah menjadi.... hwesio muda tampan berjubah merah
Pemuda Hsi-hsia ini melanjutkan perjalanan dengan hati-hati, akan tetapi kali ini ia menyelinap di antara bangunan-bangunan, mencari-cari.
Wanita misterius ini berubah lagi jadi laki-laki dengan seragam Hsia-hsia, makin bingung lah para antek penjahat ini
Bukan rahasia lagi bahwa hwesio-hwesio itu, biarpun pakaiannya jelas seperti hwesio dan kepalanya gundul namun dalam hal mengejar wanita
Hatinya makin panas dan tiba-tiba air matanya bercucuran tanpa dapat dicegahnya lagi. “Kita akan mampus semua....” desisnya menghibur hati
Talibu diam-diam bongkar pada Mimi, kalau dia adalah anak dari Ratu Khitan dan Mimi hanya adik angkat, Kwi lan pun cemburu
Terdengar keluhan Kwi Lan. Mimi menoleh ke sebelah kirinya, melihat Kwi Lan menggerakkan kaki tangan yang terbelenggu.
Semua tokoh muda kini terkurung dalam sebuah sel yang di jaga sangat ketat, juga tangan dan kaki mereka di ikat
Ia harus menggunakan akal, kalau tidak, hanya mengandalkan ilmu silat saja tak mungkin ia dapat membunuh Bu-tek Siu-lam.