“Kim Bwe, jangan bunuh dia!” bentak Bouw Lek Couwsu sambil melompat maju menghadang. Siang-mou Sin-ni hanya tertawa puas
“Biar kubelenggu dia untukmu!” terdengar Siang-mou Sin-ni berkata, sebagian jengkel menyaksikan kegagahan Kiang Liong.
“Biarlah sepasang pensilku kusimpan di atas sana!” Kedua tangannya bergerak terdengar suara berdesing nyaring sekali dan dua sinar menyambar
Suaranya berpengaruh sehingga kembali Siang-mou Sin-ni mengeluarkan suara kagum. “Seperti Suling Emas benar....saat mudanya
“Kiang Liong, kau masih tidak mau menyerah? Lihat siapa mereka ini!” Tiba-tiba Bouw Lek Couwsu yang tadi memberi tanda kepada anak buahnya"
Kiang Liong kali ini hadapi musuh berat, yang juga musuh bebuyutan gurunya, yang terkenal awet cantik padahal sudah sepuh dan nenek-nenek
Tiba-tiba terdengar suara yang amat nyaring berpengaruh, Kiang Liong tidak mengenal suara ini. Lalu munculah dua orang tokoh jahat sakti
Dua orang gadis itu seketika menjadi pucat wajahnya, saling pandang kemudian bagaikan dua ekor ayam digebah, mereka meloncat keluar
Kiang Liong berhasil selamatkan dua sepupunya, yang sudah dalam kondisi tanpa pakaian dan terikat, hampir saja ternoda
Dan pada saat itu kembali bermunculan wanita-wanita pelayan yang muda-muda dan cantik-cantik, diam-diam Kiang Liong mengeluh dalam hatinya.
Gerakan Kiang Liong memang amat cepat sehingga tubuhnya sukar diikuti pandangan mata orang biasa. Ketika ia meloncat ke dalam dan bergerak
Pada saat itu Ma Kiu sudah lari menghampiri Siauw-bin Lo-mo dan berkata, suaranya gugup. “Locianpwe...., dalam keributan. dua orang tawanan
Wanita ini sukar ditaksir berapa usianya, bibirnya manis tersenyum-senyum akan tetapi matanya membuat orang berdiri bulu tengkuknya.
Datang dua tokoh asing, yang juga mempunyai pukulan beracun yanng sangat hebat dan tak kalah dari Kwi Lan
Kwi Lan dan Yu Siang Ki tertawan musuh yang kuat, tapi keadaan berubah setelah Po Leng In muncul dan bikin kekacauan
Menghina nama baik Guruku, dan hampir membunuhku. Betulkah? Dan engkau sama sekali tidak mencampuri urusan itu malah engkau lalu pergi"
Agaknya ketuanya takkan marah. “Hemm, asal cianpwe suka berjanji akan menjaga agar anak buahmu tidak menimbulkan kekacauan dan tidak pergi
Lengking aneh yang mengingatkan Siauw-bin Lo-mo akan wanita muda yang pernah datang menemui para tokoh Bu-tek Ngo-sian di puncak Chenglion
Mutiara Hitam? Ha-ha-ha, dia cantik. Kudengar Bouw Lek Couwsu paling suka gadis cantik, kebetulan sekali karena aku tidak membawa oleh-oleh
Kiang Liong mengangguk-angguk dan melepaskan lengan gadis, itu. “Marilah kita lanjutkan perjalanan ke atas.” Po Leng In menggeleng kepalanya