Warga Desa Aluan Mati Rt 07 Kec. Batubenawa, Kab. HST, Kalsel menemukan satu potongan kayu besar di pinggir bantaran sungai di desa tersebut
Beberapa kali diterjang banjir, lubang jalan pun makin membesar dan aspal terkelupas. Adapula yang retak-retak.
Kiriman raba ke sungai di wilayah hilir, bakal terus bertambah. Sebab, sampah dari hulu tersebut, masih ada yang menumpuk di sungai Barabai
Bupati HST H Aulia Oktafiandi memerintahkan Dinas PUPR agar segera melakukan penanganan pembersihan dan normalisasi sungai
Warga berharap pemerintah provinsi maupun pusat benar-benar peduli dengan kebutuhan rakyat dengan memprioritaskan pembangunan yang mendesak
Banjir yang melanda kota Barabai, terus meyurut. Sedangkan untuk rumah-rumah penduduk Barabai yang tinggal di bantaran sungai masih terendam
Penuturan warga masyarakat Labuhan yang menjadi saksi mata, kejadian itu bermula seorang anak menceburi sendalnya yang jatuh ke sungai.
Kenaikan debit air luapan sungai yang terjadi sejak Minggu (28/11) pagi membuat hampir 90 persen daerah perkotaan di Barabai terendam banjir
Imbas dari hujan tiada henti sejak malam sebelumnya, wargapun kini rama-ramai mengungsi ke tempat tinggi dan aman, serta memindahkan barang
Selain jembatan gantung yang ambruk dan putus, satu lagi terputus pula dengan beberapa lantainya sekitar satu meter lebih hilang hanyut
Pasalnya air "baah" (bah) Tersebut bukan saja arusnya yang deras sekali, tetapi selain tumpukan-tunpukan sampah dan membawa hanyut bambu
Kerusakan terparah dialami wisata Pulau Mas, di Desa Baru Waki, Kecamatan Batubenawa dan objek wisata Manggasang di Kecamatan Hantakan.
Setelah air di Barabai menyurut, di wilayah hilir seperti Desa Jaranih dan masih terendam. Desa tersebut merupakan dataran rendah.
Banjir Kalsel yang terjadi di HST menyebabkan sejumlah ruas jalan di Kota Barabai kembali terendam akibat meluapnya Sungai Barabai.
"Sebelumnya bupati menginstruksikan saya mengambil alih penanganan banjir. Sebab kehadiran di dua kementerian itu sudah terjadwal
Sejumlah ruas jalan yang tergenang dengan ketinggian 30 sentimeter hingga 50 sentimeter mulai kering dan sudah bisa dilewati sepeda motor ma
Banjir Kembali Melanda kota Barabai Kab. HST. Sejumlah kawasan permukiman terandam, khususnya warga yang tinggal di bantaran sungai Barabai
Bencana banjir kini seakan jadi pemandangan rutin di HST. Sampai-sampai kepolisian harus turun tangan, berjibaku dengan warga
Pusat Kota Barabai sejak pagi sekitar pukul 10.00 Wita hingga pukul 18.00 Wita nyaris lumpuh total karena genangan air sudah menutupi jalan
Hujan intens mengguyur wilayah Kab. HST hampir tiap hari. Dampaknya, membuat aktivitas masyarakat Kab. HST tersebut menjadi terhambat.